UANG DAN LEMBAGA KEUANGAN


Oleh
Muchlis Husin, SE.,MA.
Lektor Kepala & PUKET I  STIS







Uang dan Lembaga Keuangan


 U a n g

Definisi uang
Uang adalah segala sesuatu yang secara umum bisa diterima (accepted) sebagai alat untuk transaksi barang dan jasa atau untuk pembayaran kembali utang ( Frederick Mishkin).
Uang kartal yaitu berupa uang kertas dan uang logam (M1)
Uang giral à  saving deposit cheque = cek.
( M1 + U giral = M2)
Uang kartal + uang giral = M2
Uang dalam arti luas adalah uang kartal, uang giral ditambah dengan deposito, uang kwasi =  (M3)

Jenis-jenis uang
-          Uang kertas (uang Bank)
-          Uang Pemerintah
Fungsi Uang
1.      Sebagai alat atau media pembayaran/pertukaran (medium of exchange)
Uang adalah alat pertukaran yang memiliki nilai seperti yang tertulis pada kertas/logamnya. Satu lembar bisa bernilai besar, sehingga mudah dibawa untuk jumlah yang besar.
2.      Sebagai alat penyimpan nilai (store of value) .
Uang bisa tahan lama sehingga nilainya bertahan lama, beda dengan benda yang cepat rusak atau busuk.
3.      Sebagai ukuran unit hitung (Unit of account).
Orang mudah menilai uang seperti angka yang tertera pada uang.
4.      Sebagai alat penyimpan kekayaan (Store of Assets)

Teori Kuantitas Uang
a.     Teori uang Fisher
Irving Fisher menekankan bahwa dalam menjaga stabilitas nilai uang, maka dibuat perbanding antara uang dengan barang/jasa yang akan dibeli dengan uang tersebut. Standard yang digunakan adalah emas.
Secara matematik, Fisher merumuskan keseimbangan uang dan barang sbb:
Perkembangan  jumlah uang beredar (M1 atau pun M2) harus dimbangi oleh sektor riil, kalau tidak maka akan terjadi inflasi ataupun deflasi
à menyebabkan inflasi
 à                       deflasi

b.    Cash Balance Theory  à Alfred  Marshal, dan Theodore Boumol
Marshal dan Boumol berpendapat hampir sama dengan Fisher, dimana jumlah uang harus dikaitkan dengan perkembangan sektor riil, namun Marshal berpendapat yang perlu di perhitungkan adalah perkembangan uang yang diinginkan masyarakat.
 itu kurang realistis, menurut mereka, jumlah uang beredar sangat ditentukan oleh multiplier uang yang terjadi di masyarakat, dan dalam hal ini adalah pendapatan;

Dari
 dimodifikasi menjadi
 ; Disini  (1/v) dianggap sebagai k
Traded good (T) diperluas menjadi total output (Y), sehingga jumlah uang dipengaruhi oleh harga, dan pendapatan
 ; k  sebagai multiplier dari pendapatan.

c.     Teori permintaan uang oleh Keyness (Md)
Permintaan akan uang ditentukan oleh motivasi seseorang untuk memiliki uang. Keynes mengemukakan ada 3 motivasi masyarakat memiliki uang, yaitu:
·       Motivasi untuk transaksi/pembayaran
·       Motivasi untuk berjaga jaga (precoutionary motive)
Untuk menghadapi kondisi kesehatan, uang untuk berobat kerumah sakit, jangka panjang à membuka asuransi kesehatan
                               pendidikan à  ausransi pendidikan
·       Motivasi spekulasi, membutuhkan uang untuk memanfaatkan kondisi sekarang untuk mendapatakan margin, keuntungan dimasa yang akan datang à  spekulasi dalam jual-beli saham à  investasi fisik
Teori-teori kuantitas uang ini, yang merupakan media dalam kebijakan moneter, dalam prakteknya harus diselaraskan dengan kebijakan sektor riil dan fiskal, sehingga kebijakan mengatur jumlah uang beredar bisa efektif.

2.7.2. Lembaga Keuangan
a.       BANK SENTRAL Untuk Indonesia à BI
b.      BANK BANK UMUM
                        Bank Devisa ( boleh melakukan transaksi internasional)
Bisa  milik pemerintah, bisa swasta (asing dan nasional)
Bank non devisa
c.       ASURANSI
d.      PASAR MODAL
e.       PEGADAIAN  
 
Fungsi Fungsi Bank Sentral
1.      Menjaga stabilitas nilai mata uang (currency)
2.      Memperlancar pembayaran  internasional
3.      Mengatur dan mengawasi Bank bank umum
4.      Mencetak uang kertas dan uang logam
5.      Mengatur lalu lintas devisa
6.      Sebagai Pemegang uang kas negara dan cadangan devisa
7.      Menjaga stabilitas ekonomi
8.      Melakukan analisis ekonomi makro, secara nasional dan internasional.
Dalam mengatur dan menjaga stabilitas mata uang, Bank sentral berkoordinasi dengan Kementerian  Keuangan, selaku  Otoritas moneter. Dari sisi  moneter diatur oleh Bank sentral, dan dari segi Fiskal diatur oleh Kementerian Keuangan .
Bank Sentral mengatur stabilitas nilai mata uang melalui kebijakan moneter, a.l.:
1.      Pengaturan tingkat bunga bank (bisa turun atau naik)
2.      Mengatur rasio keuangan likwiditas Bank-bank umum
3.      Melalui Operasi pasar terbuka, yakni dengan membeli atau menjual Surat-surat Berharga Bank misalnya Sertifikat Bank Sentral.
4.      Dst.
n.  Himbauan moral ( moral suation)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA UJI NYALA API UNSUR ALKALI DAN ALKALI TANAH

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ELEKTROLISIS LARUTAN KI

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI RESPIRASI ANAEROB ATAU FERMENTASI