LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI JARINGAN HEWAN


JARINGAN HEWAN

I.                    Tujuan                  : Mengamati jaringan pada hewan

II.                 Dasar Teori           :
Struktur tubuh hewan tersusun atas sel, jaringan, organ dan system organ. Berbagai struktur organ akan menyusun individu. Sel hewan adalah unit terkecil secara structural dan fungsional penyusun individu hewan. Untuk mendukung fungsi tersebut sel tersusun oleh organel. Jaringan adalah kumpulan sel-sel yang mempunyai struktur dan fungsi yang sama terdapat tempat jaringan utama penyusun individu, yaitu jaringan epithelium, jaringan ikat, jaringan otot dan jaringan saraf (Campbell, 2003).
A.   Jaringan Epitel
Jaringan epitel terdiri atas sel-sel yang terikat satu sama lain. Jaringan epitel adalah jaringan yang melapisi permukaan tubuh ( epitelium), membatasi antarorgan ( mesotelium), atau membatasi organ dengan rongga dalam tubuh (endotelium).
1. Epital Pipih
Epitel pipih memiliki bentuk, nukleusnya bulat, dan terletak di tengah
2. Epitel Batang (Silindris)
Epitel batang berbentuk seperti batang, nukleusnya bulat, dan terletak di dasar sel.
3. Epitel Kubus
Epitel kubus berbentuk seperti kubus, nukleusnya bulat, besar, dan terletak di tengah

B.   Jaringan Pengikat (Konektif)
Jaringan ikat seperti tulang, tulang rawan, tendon, ligamen, jaringan ikat fibrosa dan jaringan lemak berfungsi menyangga dan menyatukan jaringan dan organ-organ lain. Sel-sel jaringan ikat secara khas membuat suatu bahan mati yang disebut matriks.
1.    Jaringan Ikat Longgar
Jaringan ikat longgar memiliki serabut kolagen berwarna putih, serabut elastis, dan serabut retikulum
2.    Jaringan Ikat Padat
Jaringan ikat padat disebut juga jaringan ikat serabut putih. Jaringan ikat padat mengandung serabut kolagen yang berwarna putih.
3.    Jaringan Tulang Rawan (Kartilago)
Jaringan tulang rawan disusun oleh sel-sel tulang rawan (kondrosit) yang dilindungi fibrosa dalam matriks. 
a.    tulang rawan hialin banyak ditemukan berwarna putih kebiru-biruan dan tembus cahaya.
b.    Tulang rawan elastis, matriksnya berwarna keruh kekuning-kuningan dan mengandung banyak serabut kolagen.
c.     Matrik tulang rawan fibrosa berwarna gelap dan keruh serta mengandung serabut kolagen kasar. 
4.    Jaringan Tulang Sejati (Osteon)
Jaringan tulang terdiri atas sel-sel tulang (osteosit) dan matriks tulang. Osteosit dibentuk oleh osteoblas (sel yang bertanggung jawab dalam sintesis komponen organik matriks tulang). 

C.    Jaringan Otot
Jaringan otot terdiri atas serabut-serabut otot yang tersusun oleh sel-sel otot. Serabut otot tersebut dinamakan myofibril. Sel-sel otot dibungkus oleh selaput atau membran yang disebut sarkolema. Sel-sel otot berisi suatu cairan sel yang disebut sarkoplasma.
1.     Otot Lurik/Kerangka
Otot ini memiliki bentuk silindris panjang dan memiliki karakteristik antara lain berinti banyak di tepi.
2.     Otot Polos
Otot ini tersusun dari sel yang berbentuk gelendong, kumparan, dan memiliki inti satu di tengah. Otot polos, mempunyai pola permukaan yang polos, tanpa adanya pola lurik melintang.
3.     Otot Jantung
Otot ini memiliki struktur seperti pada otot lurik, yaitu memiliki pola lurik melintang tetapi miofibrilnya bercabang-cabang. Sel-sel otot jantung membentuk rantai dan sering bercabang dua atau lebih membentuk sinsitium. 

D.   Jaringan Syaraf
Jaringan saraf tersusun oleh selsel saraf yang disebut neuron. Neuron ini banyak dan bercabangcabang, menghubungkan jaringan satu dengan yang lain. Setiap sel saraf terdiri atas badan sel saraf, akson (neurit), dendrit, dan selubung saraf. Badan sel-sel saraf kemudian berkumpul membentuk ganglion. Ganglion terletak di kiri dan kanan sumsum tulang belakang.

III.              Alat dan Bahan     :
1.       Mikroskop
2.       Preparat awetan


IV.              Cara Kerja :
1.       Menyiapkan mikroskop dengan terlebih dahulu melihat kelengkapannya (mikroskop yang digunakan harus bersih dan tidak boleh berjamur).
2.       Meletakkan mikroskop pada meja yang datar dan mencolokkan kabel ke sumber listrik karena mikroskop yang digunakan adalah mikroskop binokuler. Kemudian mengambil preparat yang akan diamati
3.       Untuk pengamatan pertama, gunakan perbesaran kecil yaitu 5x dan 10x. Memutar makrometer untuk mendapatkan bayangan obyek yang jelas.
4.       Memutar revolver untuk mengganti perbesaran besar yaitu 40x dan 45x. Setelah menggunakan perbesaran besar, tidak boleh lagi memutar makrometer tetapi untuk memeperjelas bayangan obyek gunakan micrometer.
5.       Menggambar hasil pengamatan pada lembar pengamatan.
6.       Setelah mengamati semua preparat bersihkan mikroskop dan menyimpan pada kotaknya.

V.                 Variabel
Variabel bebas       : preparat awetan dan perbesaran mikroskop
Variabel control     : -
Variable terikat      : jaringan hewan
VII.      Data Pengamatan



 












VI.              Jawaban Pertanyaan
1.       Sebutkan preparat yang anda amati pada mikroskop 1 & 2? Jelaskan cirri khusus dari preparat yang anda lihat!!
2.       Apakah nama & fungsi jaringan yang ditunjuk pada mikroskop no 2?
a.       Jaringan Epitelum
Jaringan ini melapisi seluruh permukaan dalam dan luar dari tubuh dan organ tubuh.  Jaringan epiteium berfungsi sebagai pelindung tubuh atau organ, pelapis saluran kelenjar, dan penerima rangsangan.
b.       Jaringan Otot
Otot berfungsi sebagai alat gerak aktif
1)      Otot lurik, berfungsi untuk menggerakkan tubuh secara sadar
2)      Otot jantung, berfungsi untuk memompa darah
3)      Otot Polos, berfungsi untuk menggerakkan tubuh secara tidak sadar
c.       Jaringan Saraf
Jaringan saraf adalah jaringan yang tersusun atas sel-sel saraf atau neuron yang berfungsi sebagai penghantar rangsang, yakni membawa rangsang dari alat penerima rangsang (reseptor) ke otak kemudian diteruskan ke otot.
d.       Jaringan Pengikat
Jaringan ikat adalah jaringan yang berfungsi mengikat jaringan lain agar tetap pada tempatnya. 
Jaringan tulang rawan adalah jaringan yang tersusun atas sel-sel tulang rawan.  Jaringan ini melindungi alat tubuh yang lemah, seperti tulang daun telinga, tulang hidung, dan ujung tulang keras pada persendian.
Jaringan  Tulang, berfungsi untuk menegakkan dan menopang tubuh serta melindungi organ dalam tubuh.

3.       Dari preparat yang anda lihat (mikroskop 1 & 2)
-          Jika tulang keras jelaskan tahap osifikasinya
1.       Tulang rawan pada embrio mengandung banyak osteoblas, terutama pada bagian tengah epifisis dan bagian tengah diafisis, serta pada jaringan ikat pembungkus tulang rawan.
2.       Osteosit terbentuk dari osteoblas, tersusun melingkar membentuk system Havers. Di tengah system havers terdapat saluran havers yang banyak mengandung pembuluh darah dan serbut syaraf.
3.       Osteosit mensekresikan zat protein yang akan menjadi matriks tulang. Setelah mendapat tambahan senyawa kalsium dan fosfat tulang akan mengeras.
4.       Selama terjadi penulangan, bagian epifisis dan difisis membentuk daerah antara yang tidak mengalami pengerasan, disebut cakraepifisis. Bagian ini berupa tulang rawan yang mengandung banyak osteoblas.
5.       Bagian cakra epifisis terus mengalami penulangan. Penulangan bagian ini menyebabkan tulang memanjang.
6.       Di bagian tengah tulang pipa terdapat osteoblas yang merusak tulang sehingga tulang menjadi berongga kemudian rongga tersebut terisi oleh sumsum tulang.
-          Jika tulang rawan sebutkan bedanya dengan tulang keras
Tulang rawan :         Susunannya tidak teratur
                                 Sifatnya lentur dan elastic
                                Matriksnya tersusun atas kondrin
                               Terletak di daun telinga, hidung, dll
Tulang keras :  Tersusun secara teratur dan membentuk system havers
                         Bersifat keras, kuat dan kaku
                        Matriks terusun atas kalsium dan fosfat
                       Terdapat pada tulang pipa, pipih, pendek.    
-          Jika otot sebutkan ciri-cirinya
§  Otot Lurik/Kerangka
Otot ini memiliki bentuk silindris panjang dan memiliki karakteristik antara lain berinti banyak di tepi.
§  Otot Polos
Otot ini tersusun dari sel yang berbentuk gelendong, kumparan, dan memiliki inti satu di tengah. Otot polos, mempunyai pola permukaan yang polos, tanpa adanya pola lurik melintang.
§  Otot Jantung
Otot ini memiliki struktur seperti pada otot lurik, yaitu memiliki pola lurik melintang tetapi miofibrilnya bercabang-cabang. Sel-sel otot jantung membentuk rantai dan sering bercabang dua atau lebih membentuk sinsitium. 
VII.           Kesimpulan
Jaringan adalah struktur yang dibentuk oleh kumpulan sel-sel yang mempunyai sifat-sifat morfologidan fungsi yang sama. Jaringan penyusun tubuh hewan ada 4 yaitu jaringan epitel, jaringan otot, jaringan ikat dan jaringan saraf.


GAMBAR JARINGAN JARINGAN HEWAN :
download (1).jpgOtot Lurik.pngdownload.jpgOtot Polos.pnglaporan-praktikum-tentang-jaringan-hewan-3-638.jpgTULANG.pngOtot Jantung.png

Komentar

Postingan populer dari blog ini

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA UJI NYALA API UNSUR ALKALI DAN ALKALI TANAH

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ELEKTROLISIS LARUTAN KI

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI SISTEM GERAK